TertarikBerdiskusi?

Ceritakan kebutuhan kreatifmu, kami siap bersama-sama temukan solusi terbaiknya.

Kami biasanya membalas dalam 1–2 hari kerja.Dengan mengirim formulir ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi kami.

Lebih suka email? studiosrirona@gmail.com

FAQs

Transparansi dari Awal, Nyaman Berkolaborasi Sampai Akhir

Kalau kamu punya proyek, ide, atau bahkan masalah kreatif yang belum tahu harus mulai dari mana, kamu bisa klik tombol “Diskusikan Sekarang” di laman ini. Kamu juga bisa menyapa kami lewat DM Instagram @studiosrirona. Di tahap awal, kamu tidak harus memiliki brief yang rapi. Ceritakan saja apa yang sedang kamu hadapi, apa yang ingin kamu capai, dan hal-hal yang menurutmu penting. Dari sana, kita bisa melihat bersama apakah SriRona adalah partner yang tepat untuk membantumu.

SriRona berfokus pada desain produk digital: mulai dari website, aplikasi, hingga desktop app. Kami bisa membantumu dari berbagai tahap, mulai dari: riset untuk memahami kebutuhan pengguna, menyusun user flow dan end-to-end experience, merancang struktur dan interface, hingga UX writing dan penyempurnaan pengalaman produk. Kalau kamu membutuhkan produk tersebut sekaligus dikembangkan hingga siap rilis, kami juga bekerja sama dengan partner developer yang bisa membantu menerjemahkan desain menjadi produk yang berfungsi. Selain produk digital, kami juga membuka kolaborasi untuk kebutuhan desain grafis, content writing, dan copywriting, terutama untuk kebutuhan komunikasi dan marketing. Kami juga menyediakan product review untuk membantumu melihat apakah produk digital yang sudah berjalan masih memiliki ruang untuk diperbaiki. Jika dibutuhkan, prosesnya bisa dilanjutkan dengan riset dan rekomendasi perbaikan yang lebih mendalam. Tidak semua proyek membutuhkan layanan yang sama. Karena itu, layanan di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan, skala, dan anggaran yang kamu miliki.

Kamu bisa berdiskusi dulu dengan kami, bahkan sebelum membicarakan harga. Kami percaya bahwa setiap proyek punya kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kami tidak ingin langsung memberikan angka sebelum memahami konteksnya. Dalam diskusi awal, biasanya kami ingin tahu: Apa yang ingin kamu capai? Tantangan apa yang sedang kamu hadapi? Siapa yang akan menggunakan produk atau komunikasi tersebut? Apa yang bisa kami dan tim bantu? Dan, berapa kisaran anggaran yang sudah kamu siapkan? Diskusi awal ini tidak dipungut biaya dan tidak mengharuskanmu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah konteksnya cukup jelas, barulah kami akan menyusun penawaran yang berisi layanan, cakupan pekerjaan, estimasi waktu, dan biaya yang paling masuk akal untuk kebutuhanmu. Bagi kami, transparansi di awal membantu kita bekerja dengan lebih nyaman di tahap berikutnya.

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua proyek. Waktu pengerjaan bergantung pada cakupan, kompleksitas, jumlah output, proses riset, serta kebutuhan kolaborasi dalam proyek tersebut. Tentu saja, kami juga akan mempertimbangkan deadline yang kamu miliki sejak awal. Kalau waktunya cukup terbatas, kita bisa membicarakan prioritas dan menyesuaikan ruang lingkup pekerjaan agar target tetap realistis. Estimasi timeline akan selalu disampaikan sebelum proyek dimulai, sehingga kita sama-sama punya gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kapan harus diselesaikan.

Tentu. Kami melihat revisi bukan sebagai tanda bahwa proses desain gagal, tetapi sebagai bagian dari proses untuk menemukan solusi yang semakin tepat. Selama proses berjalan, kamu akan memiliki ruang untuk memberikan masukan, berdiskusi, dan mengarahkan pekerjaan berdasarkan konteks yang kamu miliki. Jumlah putaran revisi, tahapan review, serta bentuk asistensi yang termasuk dalam proyek akan dijelaskan secara transparan di dalam penawaran. Dengan begitu, kita bisa sama-sama memahami batasan dan ekspektasi sejak awal, tanpa ada kejutan di tengah jalan.

Bisa, tergantung kebutuhan proyek. Kami dapat mendampingi proses desain sampai tahap handoff kepada developer. Jika kamu membutuhkan bantuan lebih lanjut, kami juga dapat bekerja bersama partner developer untuk membantu memastikan desain diterjemahkan dengan baik hingga produk siap dirilis. Bagi kami, desain yang baik tidak berhenti ketika file desain selesai dibuat. Yang lebih penting adalah bagaimana solusi tersebut benar-benar bekerja ketika bertemu dengan pengguna.

Kami justru berharap kamu sebagai klien bersedia terlibat secara antusias. Kami percaya bahwa kamu memiliki pemahaman mendalam tentang organisasi, bisnis, produk, dan konsumen yang kamu layani. Pemahaman tersebut menjadi konteks penting bagi kami dalam mengembangkan solusi, yang kemudian kami padukan dengan perspektif, metode, dan keahlian desain yang kami miliki. Dengan begitu, kita dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya baik secara desain, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan konteks yang sebenarnya. Karena itu, SriRona menerapkan pendekatan desain kolaboratif. Desain kolaboratif berarti desainer dan klien bekerja bersama untuk menemukan dan membangun solusi. Bukan sekadar hubungan “kamu memberi brief, lalu kami mengerjakannya”. Tetapi: “Kamu memahami konteksnya, kami memahami desainnya. Mari kita gabungkan keduanya.” Tujuannya bukan menentukan siapa yang paling tahu atau siapa yang punya keputusan terakhir, melainkan menciptakan ruang di mana pengetahuan, pengalaman, dan perspektif kita bisa saling melengkapi, supaya solusi yang dihasilkan bukan hanya terlihat baik, tetapi juga relevan dan bisa bekerja dengan baik.

Desain bukan hanya tentang membuat sesuatu terlihat bagus atau mudah digunakan, tetapi juga membawa konsekuensi: terhadap pengguna, organisasi, dan lingkungan digital yang lebih luas. Karena itu, kami percaya pada desain yang berkesadaran, yaitu desain yang mempertemukan kreativitas dengan etika dan empati untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak positif bagi semua pihak. Artinya, kita tidak hanya bertanya: “Bagaimana membuat pengguna melakukan apa yang kita inginkan?” Tetapi juga: “Bagaimana membuat pengalaman yang membantu pengguna mencapai apa yang mereka butuhkan, tanpa memanipulasi atau merugikan mereka?” Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pengguna karena mereka merasa dihargai, bukan dimanfaatkan. Dalam praktiknya, prinsip ini kami pegang melalui tiga hal: 01 — Desain yang berkesadaran Mempertimbangkan dampak desain terhadap pengguna dan konteks di sekitarnya. 02 — Proses kolaboratif, karya yang inklusif Membuka ruang bagi berbagai perspektif selama proses menemukan solusi. 03 — Bertanggung jawab secara etis Menyadari bahwa setiap keputusan desain membawa konsekuensi, dan berusaha mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Tidak apa-apa. Diskusi awal bukan berarti kamu punya kewajiban untuk bekerja sama dengan SriRona. Kami tetap menghargai jika setelah berdiskusi, ternyata kamu merasa bahwa waktunya belum tepat, kebutuhannya belum cocok, atau kamu menemukan partner lain yang lebih sesuai. Setiap percakapan selalu memberi kami kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Jadi, kalau saat ini kita belum berjodoh untuk bekerja sama, bukan berarti percakapannya sia-sia. Siapa tahu, kita bertemu lagi di proyek atau kesempatan yang berbeda di kemudian hari.

Masih ada pertanyaan?

Jangan ragu untuk sapa kami lewat email atau DM instagram.

Diskusikan sekarang